18 Juli 2009 – Kita menyadari bahwa manusia itu adalah dinamis, selalu berubah seiring dengan perjalanan waktu. Hari ini bisa baik belum tentu besok masih baik. Begitu pun sebaliknya, hari ini bisa buruk belum tentu besok masih buruk. Hal ini bisa terjadi kepada siapa saja, kapan saja, dimana saja, dan lain sebagainya.
Lain di tempat kerja pada saat dulu dan lain pula di tempat bisnis pada saat ini. Baik kerja (baca : sebagai karyawan) maupun bisnis (baca : sebagai founder dan owner) sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya akan berbagi cerita nyata dan fakta yang saya alami selama berbisnis sampai saat ini.
Pada saat saya awal berbisnis dan bergabung dengan seseorang (sebut saja si DI*A), saya langsung berhusnudzon (berprasangka baik) terhadap si DI*A, memang itulah kewajiban saya dan kita sebagai seorang Muslim. Tetapi setelah lama kelamaan, hari demi hari sampai bulan demi bulan saya rasakan tidak ada yang beres, terutama dengan masalah laporan keuangan yang seharusnya setiap bulan di sampaikan (karena memang uang gak ada temennya
). Singkat cerita (karena saya gak mau menceritakan panjang lebar tentang aib-aibnya si DI*A semuanya), oleh karenanya saya berinisiatif untuk “bercerai” dengan si DI*A dan BERDIKARI (BERdiri DIatas KAki sendiRI) memulai usaha baru bersama teman-teman yang lain.
Ada beberapa hikmah dan pelajaran yang dapat saya ambil pada khususnya dan kita semua pada umumnya dari kejadian nyata dan fakta tersebut :
1. Seorang Pemenang selalu membuat sebuah AKAD (MoU atau Perjanjian) untuk sama-sama berkomitmen dalam sebuah bisnis, sedangkan seorang Pecundang tidak membuatnya sama sekali.
2. Seorang Pemenang selalu transparan dalam berbisnis, sedangkan seorang Pecundang tidak transparan sama sekali.
3. Seorang Pemenang memandang bisnis tidak berorientasi uang saja tetapi ada sisi sosialnya, sedangkan seorang Pecundang hanya berorientasi uang saja.
4. Seorang Pemenang selalu menepati dan mematuhi AKAD yang telah dibuat, sedangkan seorang Pecundang selalu “Pura-Pura” tidak tahu atau “Pura-Pura” lupa dalam melanggar sebuah AKAD bisnis yang telah dibuat.
5. Seorang Pemenang melihat seorang rekan bisnis sebagai partnernya, sedangkan seorang Pecundang melihat seorang rekan bisnis sebagai bawahannya atau karyawannya.
Demikian beberapa point penting tentang Pemenang vs Pecundang yang dapat saya sampaikan, semoga si DI*A mendapatkan hidayah dari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan dibukakan pintu hatinya untuk memperbaiki diri.
Salam,
Didin










Artikel bagus Mas Didin…tapi..menurut saya di ikhlaskan saja semuanya. Kadang masa lalu yang membuat sakit hati menghalangi jalan kita menuju kesuksesan dalam berbisnis.Jika di ikhlaskan semuanya..alam bawah sadar kita memberikan jalan dengan mudahnya dan melenggang begitu saja karena tidak ada halangan lagi yang menghambat sukses kita.Hati jadi lapang dan tenang. Sukses menanti kita di seberang.
Ok
[Reply]
Didin Reply:
July 23rd, 2009 at 11:44 AM
setuju pak ridwan . . . I have forgiven, but not forgotten
[Reply]
hmm..paham-paham.. gw ampe dah ‘cerai’ dua kali karna masalah ini..cuma sayangnya ngga bisa berdikari setelahnya..
[Reply]
Didin Reply:
October 13th, 2009 at 7:57 PM
sabar yeh mba lulu
banyak pelajaran yg dapat kite ambil nih…
[Reply]