13 April 2010 – Beberapa hari yang lalu, yakni tepatnya tanggal 10-11 April 2010, saya dan rekan saya sesama Tim EduNusa Cyber (Kang Wawan) berkesempatan untuk hadir dalam acara Milad 4 TDA (Komunitas Tangan Di Atas) atau yang disebut juga Pesta Wirausaha 2010. Banyak sekali manfaat yang saya pribadi dapatkan dalam acara tersebut, juga sekaligus bernostalgia dengan teman-teman lama pas kuliah dulu di Bandung (Didin ’03, Mas Iqbal ’02, Topan ’03, Mas Wawan ’02, Mas Didi ’02, Pak Ronny ’92, Mas TW ’02, Mas AB ’02, Mas Tririan ’02, Acha ’03, Ferdian ’03, Andhika Bayu ’03, Mba Hanna, Mba Arum, Herpin, ….. Sapa Lagi Yah ? Kayaknya harus bentuk TDA IT-Telkom Nih
) serta menambah jaringan bisnis lainnya.
Dalam acara tersebut di isi oleh banyak pembicara yang inspiratif sehingga menambah energi dan wawasan dalam kita menjalankan bisnis ini. Berikut beberapa rangkuman materi dari para pembicara yang saya copy paste dari milist sebelah, diposting oleh Pak Rawi Wahyudiono yang bersumber dari titahrahayu [at] xxx.com (maklum, saya gak nyatet
) :
IR. CIPUTRA :
H. ALAY :
1. Barangsiapa menguasai bahasa suatu kaum, ada peluang menjadi raja kaum itu.
2. Bagi seorang entrepreneur, setiap apa pun yang terjadi, apa pun yang ditemui, adalah peluang.
3. Tidak ada lawan bisnis. Yang ada adalah mitra bisnis (walaupun core bisnisnya sama).
4. Berbisnislah dengan nurani dan yakinlah pertolongan Allah.
ERI SUDEWO :
1. Kalau mau jadi World Class Entrepreneur tidak perlu capek-capek melihat ke mana-mana, konsen saja pada kualitas produk sendiri.
2. Disiplin, disiplin, disiplin. Anda tidak bisa sukses kalau tidak bisa mendisiplinkan diri sendiri.
SANDIAGA UNO :
1. Just do it. Tekun. Teliti. Belajar dari kesalahan. Tidak pernah menyerah.
2. Memulai usaha itu tidak pernah mengenai modal. Modal itu urusan ke-5, ke-6, ke-10.
3. Jangan takut serbuan produk China. Produk kita mampu bersaing.
4. 12 tahun terakhir ekonomi Indonesia tumbuh pesat. Kalau tidak ada sesuatu yg fatal, tahun 2010 Indonesia akan jadi 10 besar negara ekonomi terkuat. Jumlah kalangan menengah-atas akan tumbuh pesat. Jadi jangan berpikir membuat produk-produk murah(an) untuk menyaingi produk China.
5. Keterbatasan-keterbatasan itu tidak ada, kitalah yang menciptakannya di dalam kepala kita.
6. Mimpilah jadi nomor satu, kalaupun meleset masih jadi tiga besar.
7. Perusahan-perusahaan besar punya ciri khas : fokus, tekun dalam bidangnya, dan mengalahkan saingan-saingannya.
8. Kalau jadi karyawan kita tidak mungkin bisa “membaca ke depan”. Hanya pengusaha yang bisa melakukannya.
NAOMI SUSAN :
1. Utang/keterbatasan memiliki kekuatan : memotivasi kita segera keluar dari masalah. So, be negative !
2. Seringkali ide bisnis baru yg luar biasa justru jadi bumerang.
3. Harus selalu menerapkan profesionalisme, jangan personalisme.
4. Ada yg bilang bisnis itu susah ? Mulailah dari yang mudah ! Bisnis itu rumit ? Lakukan bisnis yang sederhana ! Bisnis butuh modal banyak ? Lakukan bisnis bermodal kecil. Menjadi pebisnis harus berpendidikan tinggi ? Orang tidak berpendidikan pun bisa berbisnis. Berbisnis harus punya keahlian ? Tidak selalu. Pebisnis harus bekerja keras ? Siapa suruh ? !
5. Terkait no 4 Bu Naomi memutar video bisnis Bu Icih, “pedagang ndheprok” sate cecek/kikil di Pasar Baru. Sehari Bu Icih bisa menjual sate cecek 1.000 tusuk @Rp 1.000 plus aneka kue dan gorengan. Khusus tentang sate cecek, dari 1 kg cecek seharga Rp 15.000 plus biaya bumbu dan lain-lain Rp 5.000, dapat dihasilkan 100 tusuk sate cecek. Silahkan hitung sendiri berapa keuntungan Bu Icih sehari ? Sebulan ? Setahun ? Contoh bahwa bisnis itu mudah, sederhana, bisa dilakukan siapa saja, tidak butuh modal banyak, untungnya besar !
6. Buat rencana bisnis. Amankan modal. Potong biaya. Dapatkan laba tunai (non piutang). Pelihara pelanggan produktif. Tuai referral. Lakukan iklan dan promosi. Manfaatkan koneksi. Bentuk sistem. Bersikap fleksibel.
7. Miracles are only for the braves.
8. Opportunity is nowhere now, here.
BOB SADINO :
PURDIE E. CHANDRA :











